Pengaruh Pijat Oksitosin

PRINGSEWU (UAP) – Menurut Yantina (2015), melalui pijatan atau rangsangan pada tulang belakang, neurotransmitter akan merangsang medulla oblongata langsung mengirim pesan ke hypothalamus di hypofise posterior untuk mengeluarkan oksitosin sehingga menyebabkan payudara mengeluarkan air susunya. Pijatan di daerah tulang belakang ini juga akan merileksasi ketegangan, menghilangkan stress, dan hormon oksitosin yang keluar akan membantu pengeluaran air susu ibu di bantu dengan isapan bayi pada puting susu ibu (Yanti, H., Yohanna, W., & Nurida, E. 2018).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh pilaria dan Sopiatun (2017), Penyebab rendahnya pemberian ASI Ekslusif di Indonesia salah satunya adalah penurunan produksi ASI pada hari – hari pertama setelah melahirkan yang disebabkan kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan prolaktin yang berperan dalam kelancaran produksi ASI. Dibutuhkan upaya tindakan alternatif berupa pijat oksitosin untuk membantu pengeluaran ASI. dari 30 responden sebelum dilakukan pijat oksitosin produksi ASI tidak cukup sebanyak 24 responden (80%), produksi ASI cukup sebanyak 6 responen (6%). Dan setelah dilakukan pijat oksitosin produksi ASI cukup menjadi 27 responden (90%), dan produksi ASI tidak cukup sebanyak 3 responden (10%). Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum. Terkait hal tersebut dosen Universitas Aisyah Pringsewu Juwariyah, Yetty Dwi Fara, Ade Tyas Mayasari, Abdullah melakukan penelitian pengaruh pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum yang dilakukan di PMB Langgeng Sri Asih pada Sabtu 8 Agustus 2020. (*na)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top