PRINGSEWU (UAP) – Nyeri punggung bawah lazim terjadi pada kehamilan dengan insiden yang dilaporkan bervariasi dari kira-kira 50% di Inggris dan Skandinavia sampai mendekati 70% di Australia. Nyeri punggung bawah merupakan nyeri punggung yang yang terjadi pada area lumbosakral. Secara umum, nyeri punggung yang terjadi pada ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perubahan postur tubuh selama kehamilan, keparahan nyeri punggung bagian bawah biasanya meningkat seiring paritas. Risiko nyeri punggung pada kehamilan meningkat pada wanita yang sebelumnya mengalami nyeri punggung dan kegemukan (Karyuni, 2009).
Terkait hal tersebut, Septika Yani Veronica, Desi Kumalasari, Cici Gustianingrum selaku dosen Universitas Aisyah Pringsewu melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui adanya hubungan senam hamil dengan kejadian nyeri punggung pada TM III yang dilakukan di Puskesmas Wates Wilayah Kabupaten Pringsewu, pada Senin 2 Pebruari 2021.
Septika mengatakan, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi ibu hamil yang melakukan senam hamil pada TM III dan mengetahui distribusi frekuensi ibu hamil yang mengalami nyeri punggung pada TM III.
Beliau menegaskan, desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil TM III yang melakukan senam hamil, tegasnya. (*na)
